Tampilkan postingan dengan label Cerita Tumbuhku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Tumbuhku. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 April 2025

Dibalik Usia Tujuh: Cinta dan Perubahan

Edit Posted by with No comments

 Dibalik Usia Tujuh: Cinta dan Perubahan

Anak sulungku seorang anak perempuan yang cantik dan ceria. Sejak bayi hingga masa balitanya, ia selalu memancarkan keceriaan dan pesona yang sulit diabaikan. Wajahnya yang manis mencerminkan darah campuran Thionghoa dari ayahnya dan Jawa dari aku, ibunya. Karena sehari-hari lebih banyak berinteraksi denganku dan nenek dari pihak ibuku, ia tumbuh dengan logat Jawa yang kental meski tinggal di tanah Banten, di mana mayoritas orang berbicara dalam bahasa Sunda dan Indonesia.


Foto 1 : Perdana Konser Solo Drum (umur 4,5 tahun)
Serasa waktu berlalu begitu cepat. Saat usianya menginjak empat tahun, ia sudah menunjukkan ketertarikan terhadap dunia seni, khususnya musik. Kami mencoba berbagai kursus—menyanyi, piano, keyboard—namun tak satu pun yang membuatnya benar-benar tertarik. Sampai akhirnya dia memilih drum. Alat musik pukul yang mungkin terdengar tidak lazim untuk anak perempuan, justru menjadi media ekspresinya yang paling kuat. Bahkan, dalam tiga tahun terakhir, ia sudah tampil tiga kali di konser umum.




(Foto 2: Konser ke- 2 di MCT,  umur 5.5 tahun)
(Foto 3: Bersama Coach Fahri dan Bp.Ir Purwa Tjaraka)

Ada hal unik lain tentang dirinya: kecintaannya pada bahasa dan budaya Jawa. Ia dengan fasih menyanyikan lagu-lagu Jawa, membuat guru dan teman-temannya tercengang. Bagiku, itu adalah hal yang menyentuh—betapa anakku mampu merangkul warisan budaya meski berada jauh dari akarnya.
(Foto 4: Solo Drum, umur 6.5 tahun)

Kini, usianya sudah tujuh tahun. Ia memakai seragam putih merah dan melangkah ke dunia sekolah dasar. Perubahannya sangat terasa. Dari anak TK yang sangat tergantung pada orang tua, kini ia mulai menikmati dunianya sendiri. Ia lebih mandiri, mulai memiliki tanggung jawab ringan, berani mengutarakan pendapat, memutuskan sikap, bahkan menggali siapa dirinya sebenarnya.

Salah satu momen penting yang memengaruhi kedewasaannya adalah kehadiran adik perempuan yang terpaut hampir lima tahun dengannya. Ia mulai memahami bahwa perhatian orang tua kini harus dibagi. Kadang aku merindukan sifat manjanya, tetapi aku juga takjub melihatnya tumbuh menjadi kakak yang bisa mengatur diri dan membantu tanpa diminta.

(Foto 5: Kakak dan Adik)
Di sekolah, ia memiliki lebih banyak teman dibanding saat TK. Ia dikenal ceria dan terbuka. Ia menyapa siapa saja, bahkan mereka yang tidak menyukainya sekalipun. Ia berkata bahwa kita tidak harus menyukai semua orang, tapi tidak boleh membenci mereka. Suatu ketika, ia sangat sedih karena difitnah oleh seorang teman yang iseng padanya. Namun dari kejadian itu, ia belajar memilih pertemanan dengan bijak tanpa memusuhi siapa pun. 

Menjelang ulang tahunnya yang ketujuh, ia mengejutkanku dengan sebuah ide. Ia ingin merayakan dengan cara berbeda. Bukan pesta besar untuk satu kelas, melainkan mengundang 15 teman pilihannya dari berbagai kelas untuk memasak bersama. Ia ingin mereka belajar mengolah makanan—dalam hal ini pizza—agar bisa menghargai proses dan bersyukur atas makanan yang tersedia di salah satu gerai pizza. Sebagian besar nama temannya bahkan tidak kukenal. Tapi itulah dia—penuh kejutan, punya cara sendiri dalam menyayangi orang-orang di sekitarnya. Melihat semua ini, aku hanya bisa bersyukur. Ia mengajarkanku banyak hal tentang cinta, ketulusan, dan keberanian menjadi diri sendiri.

Untukmu, Kakak...

Hari ini kamu sudah berusia tujuh tahun. Rasanya baru kemarin aku menggendongmu kecil, memelukmu setiap malam, dan membisikkan lagu nina bobo di telingamu. Sekarang kamu tumbuh jadi anak yang cerdas, penuh semangat, dan begitu lembut hatinya.

(Foto 6: Bersama teman-teman yg siap memasak bersama)
Ibu dan Ayah tidak pernah meminta kamu untuk menjadi sempurna. Kami hanya ingin kamu terus tumbuh menjadi dirimu sendiri—anak perempuan yang bahagia, yang tahu bahwa ia dicintai, dan yang berani mencintai dunia dengan caranya sendiri.

Kami harap, kamu tetap menjadi pribadi yang penuh kasih seperti sekarang. Jangan pernah takut untuk menjadi berbeda. Jadilah anak yang punya pendirian, tapi tetap rendah hati. Jadilah anak yang kuat, tapi juga tahu kapan harus menangis. Jadilah anak yang tahu caranya memberi, tanpa takut kehabisan cinta di dalam dirinya.

Dan jika suatu hari nanti kamu mulai ragu pada dirimu sendiri, ingatlah selalu: kamu adalah hadiah terindah yang Tuhan titipkan kepada kami. Kamu sudah membawa begitu banyak pelajaran hidup, bahkan sebelum kamu bisa menuliskannya sendiri.

(Foto 7: Kerja Tim Bikin Pizza)
Kami, orang tuamu, akan selalu ada di belakangmu. Kadang kami salah, kadang kami tidak mengerti, tapi satu hal yang pasti: kami mencintaimu tanpa syarat..

Terima kasih telah mewarnai hidup kami dengan tawa, cerita, dan pelajaran berharga.
Selamat ulang tahun, anakku.
Dunia akan menjadi tempat yang lebih indah dengan kehadiranmu di dalamnya.

Terima kasih, Kakak, sudah hadir di hidup kami. Selamat menapaki usia baru. Langit luas menanti langkahmu—terbanglah setinggi yang kamu mau. Berkalem, Berkah Dalem.

Jumat, 18 Oktober 2024

Baby Kho 2.0 Pecah Telor

Edit Posted by with No comments


Nuansa Paskah tahun ini berbarengan dengan momentum kelahiran anak kedua, setahun yang lalu. Nah, biasanya hari ulang tahun  adalah saat yang ditunggu-tunggu karena identik dengan perayaan, pesta, kado dan makanan enak. Belum lagi ucapan selamat dan doa-doa yang diberikan dari orang sekitar, membuat hari ulang tahun terasa begitu spesial. Namun perayaan hari ulang tahun tidak harus dirayakan secara mewah dan meriah. Yang terpenting hari ulang tahun menjadi momen untuk mengingatkan kita bahwa pertambahan usia harus disertai dengan perubahan sifat dan sikap yang lebih baik, dan cukup dirayakan secara sederhana dengan keluarga apalagi usia yang baru pecah telor alias baru merayakan ulang tahun pertama.

Tahun 2024 ini menjadi lebih unik dan ringan, karena perayaan ulang tahun yang boleh dirayakan bersama keluarga, anak-anak BIA Lingkungan, dan sudah tidak nomaden. 👍
Perayaan ulang tahun anak kedua ini tidak seribet persiapan ulang tahun anak pertama, karena anak pertama sudah bisa membantu, dan perayaan ini benar-benar tanpa campur tangan keluarga diluar keluarga inti. Kakak yang sangat antusias membantu mengatur acara, meramaikan suasana, dan bisa mengajak adiknya untuk diajarkan cara bersenang-senang di pesta ulang tahunnya. Terimakasih sudah tumbuh dan berkembang dengan baik sampai di tahun pertama ini ya, Nak! Semoga panjang umur, sehat selalu, tumbuh dengan baik, cerdas. Selamat datang di masa Batita ya Bitta! Kompak terus sama kakak ya. Lanjutkan ya nak, happy di masa Balita, anak-anak, remaja, dewasa hingga tua, entah nanti berkeluarga atau membiara!

Berkalem, Berkah Dalem.😇


Kamis, 28 Desember 2023

Tahun Kelinci Hadir Si Mungil

Edit Posted by with No comments
Hai-hai, 
sudah lama aku tidak menyentuh laman ini. Sungguh, menjalani sebagai istri, ibu, dan pekerja itu tidak mudah, sama seperti menjalani hidup apabila menjadi ibu rumah tangga 24 jam, pasti makin ga mudah.  Semua ibu didunia ini ternyata hebat-hebat. 

Tahun 2022 merupakan tahun pengulangan dari 6 tahun silam, perbedaannya adalah yang lalu aku berperan sebagai calon ibu yang sedang menantikan putri pertamanya lahir kedunia, dan persiapan untuk menghadapi peran baru yaitu menjadi seorang Ibu. Saat itu aku meliburkan diri dari profesi sejenak selama kehamilan, berbeda dengan saat ini yang aku lalui bersama profesi dengan beragam persoalan yang ada.


Suatu hari, aku masih sibuk dengan persoalan Covid-19 yang masih tak terlihat akhirnya. Kasus itu meningkat tajam dan menurun landai, begitu juga yang dihadapi ditempat kerja. Ditengah meroketnya angka positif Covid - 19, aku mendapat dua garis positif yang menandakan hormon HCG sedang menguasai diriku. Hal ini membuat aku menjadi terbatas dalam berkarya ditengah profesi yang kuperankan, ditambah pada saat itu sedang mempersiapkan Akreditasi Rumah Sakit.

(Persiapan persalinan)

Selamat berproses buah rahimku, kataku menyapa yang ada diperut, sambul menghitung HPHT dan HPL yang mana jatuh pada perayaan Paskah tahun depan 2023. Aku menjadi teringat masa lalu, dimana calon anakku berpulang pada saat hari raya Jumat Agung, dan anak pertamaku hadir pada saat ulang tahun pernikahan dan hadir pada saat perayaan Imlek 2018. 
(saat hari ulang tahun pernikahan)

Benih ini hadir menemani selama 9 bulan 10 hari didalam rahimku, dan tepat di hari ke 11 nya dia lahir kedunia. Meringkas sedikit selama kehamilan anak bungsu yang hadir di tahun 2023 ini, ada banyak warna cerita. Pada kehamilan muda disibukkan dengan hiperemis gravidarum hebat hingga 2 kali harus menjalani perawatan lanjutan di fasyankes, melalang buana dengan jarak tempuh hampir 600 km dari tempat tinggal dengan kendaraan pribadi, sibuk dalam per akreditasi an rumah sakit, hingga pada penantian kelahiran, tidak kunjung kontraksi hingga batas maksimal yang wajar. 

(Saat misa syukur dirumah dengan pose yang beragam)

Pada saat hari kelahiran, anak kedua ini tidak mau kalah bersaing dengan kakaknya. Sang kakak butuh 4 jam pembukaan kala 1, sedangkan adiknya membutuhkan waktu 2 jam pembukaan kala 1 dan sama sama lahir di ufuk timur. Selamat datang anggota keluarga junior :)

Rabu, 10 April 2019

Bolehkah Bayi Masuk Kolam Renang Umum?

Edit Posted by with No comments
Rekomendasi kesehatan tidak menganjurkan bayi dibawah 6 bulan untuk berada dan membawanya ke kolam renang umum untuk semua usia. Dalam kesempatan perbincangan di blog kali ini, saya akan membahas tentang pengalaman pertama bayi melakukan kegiatan di kolam renang umum.
Jadi cerita singkatnya, selama ini, baby saya masih melakukan kegiatan berenang dikolam pribadi dirumah secara khusus atau baby spa. Mengapa memilih memakai kolam pribadi dirumah? Kenapa enggak langsung cemplungin ke kolam umum saja. Alasannya, air pada kolam renang umum terlalu dingin untuk bayi. Kebersihan orang2 yg pemakai kolam umum itu beraneka ragam & umumnya air kolam mengandung klorin.

Bapak & Ibu memutuskan mengenalkan baby kolam renang umum setelah usia mencakup 1 tahun, saat kekebalan tubuh sudah lumayan terbentuk secara alami maupun dengan imunisasi untuk mengurangi resiko infeksi. Sebagai orang tua, kami tidak mau terlalu protektif terhadap anak dgn kegiatan yang dilakukan di fasilitas umum agar bisa terbiasa & tidak alergian.

Pertama:
Bayi vs pra sesi.
1. Dalam waktu 30-1 jam sebelumnya diberi makan, minum yang cukup. Memberi jeda kegiatan makan dan renang untuk mengurangi efek muntah karena kedinginan dll.
2. Siapkan goody bag berisi: peralatan mandi bayi seperti handuk, sabun mandi, minyak oil, shampo, popok bersih, 1 stel pakaian, dan jaket (optional).
3. Makanan ringan bayi, air minum, susu siap minum.
4. Ganti pakaian bayi dengan kostum renang, popok waterproff untuk mencegah bayi kencing bocor saat berenang atau poop keluar dari popok saat berada di air.
5. Pelampung atau perahu karet renang bayi.

Kedua:
Bayi  vs  sesi renang.
1. Ajak olahraga ringan bayi 5 menit diluar kolam renang, agar tubuhnya merasakan lebih hangat dari suhu biasanya. Misalnya dengan mengajak bermain cilukba atau gym.
2. Pastikan suhu udara lingkungan  kolam renang tidak terlalu panas / dingin. Pagi jam 7-9 pagi. atau sore hari pukul 16 -17 sore.
3. Pasang ban pelampung bayi dengan benar
4. Mulailah menurunkan bayi kedalam kolam dengan menyentuhkan kedua telapak kaki bayi bersamaan pelan-pelan agar tidak kaget dengan suhu air yang berbeda dengan suhu tubuh bayi. Perhatikan 15-30 detik respon bayi terhadap sentuhan air yang dialami saat itu. Jika bayi sudah merasa nyaman dan cukup beradaptasi, barulah turunkan perlahan badan bayi hingga pelampung menyentuh air kolam.
5. Amati aktifitas bayi dengan pendampingan, jika bayi terkesan panik, cobalah untuk diajak bercanda dan diberi sentuhan. Observasi selama 15 menit pertama, eksplor keberanian bayi dalam melakukan aktivitas. Jangan lupa untuk memberikan pujian atas keberanian bayi melakukan kegiatan barunya.
6. Perhatikan gejala menggigil,  kebiruan pada bibir dan ujung jari tangan kaki bayi sebagai tanda kedinginan. Jika terjadi ketidaknormalan aktifitas segera angkat bayi dari kolam renang.
7. Jaga kesehatan bayi selama berada di kolam renang, pastikan bayi tidak meminum air kolam yang dapat menimbulkan masalah kesehatan.
8. Kegiatan ini dihentikan dengan waktu 15-30 menit didalam kolam.


"Nah, untuk baby aku kegiatan ini berlangsung selama 10-20 menit, kesimpulan yang bisa aku sharingkan saat perjumpaan pertama kali dengan aktifitas didalam kolam:
Awal masuk kolam, bayi takut dan merengek krn perbedaan suhu dikulitnya.  
Tiga puluh detik kemudian  bayi mulai menikmati kegiatan dikolam hingga bermain-main dgn senang." 

"Endingnya, bayi tidak mau diangkut keluar kolam dan merengek masuk ke kolam lagi.
Karena alasan keselamatan, hipotermi dan yang lainnya, kami sebagai orang tua menyudahi kegitan sore berenang ini dan segera membilasnya dgn air bersih sekalian mandi sore. Lalu memberinya makanan ringan dan susu sebagai energi pemulihan tenaga yang dipakai untuk renang."



demikian sharing dari keluarga kecil kami, semoga bermanfaat ya







Rabu, 13 Maret 2019

My Baby Kho Is Turning One

Edit Posted by with No comments
Musim penghujan telah tiba lagi, masih ingat dibenakku saat itu hiperbilirubin yang hinggap datang dan pergi. Membuka memory lama ketika inkubator dan bluelight yang harus melekat dikehidupan Baby Kho saat itu.

Sudah setahun lama nya memory itu berlalu, dan kini usianya sudah genap satu tahun.
Ya, kini baby sudah genap menemani Ayah dan Ibuk setahun lamanya & menjadi penyejuk rumah tangga Ayah dan Ibuk
Hai Baby Kho sayang, kau lah harapan Ayah dan Ibuk di masa depan, kau bisa membuat sedih menjadi bahagia.Baby Kho menjadi kekuata cinta yang tiada tandingnya. Ayah dan Ibuk berharap, tahun demi tahun bisa tetap mendampingi dan menemanimu hingga besarmu nanti , hingga akhir hayat kami.


Jumat, 07 Desember 2018

Benih Jiwa di Februari

Edit Posted by with No comments


Setelah melewati sebuah perjuangan hidup,

mempertaruhkan dua nyawa dalam satu jiwa,
hidup dan mati ditentukan dalam satu waktu singkat,
semua terbalas dengan sebuah peristiwa kelahiran


Saat semua terlewati, aku mulai tersenyum
mentari pagipun menyinari hatiku dan juga hariku
semua diam, akupun juga diam

namun tak tau apa yang terpikirkan
Rasaku tlah datang
Memandang yang mungil
 hadir menemani hariku

Untukmu pujaan

sebuah getaran begitu sesak
mengalir di sendi-sendiku

Inilah saat-saat yang aku nanti
menjadi seorang Ibu baru 

Rumah Sakit Sumber Waras
Diujung jalan Kyai Tapa DKI Jakarta 
dimana tlah aku alami

perasaan yang sangat indah
 dan damai memberikan perhatian 
kepada keluarga baru
yang aku sayangi


Disetiap waktu dan langkahku

kuingin wajahmu terlukiskan
dilangit-langit jiwaku
di pertengahan Bulan Februari 





Disini…

kuingin…
membuat bayi mungilku bahagia
membuat suami, ayah baru bahagia
bertiga…
bersama…

slalu denganku
slalu denganmu
slalu dengan nya
Slamanya…

Minggu, 02 Desember 2018

Lintas Cerita Kelahiran Anak

Edit Posted by with No comments
"Metode Stripping Of The Membrane"
Dalam Kisah Kelahiran Anak
Bukan soal sudah cukup usia untuk menggapainya, juga bukan soal telat dan terlalu muda menjalaninya. Beumah tangga juga membutuhkan mental yang kuat dan bukan hanya modal nekat dalam memutuskan untuk berani memulainya.
Sebelum memutuskan berumah tangga dan menjalankan kehidupan baru untuk lepas dari keluarga sebelumnya (orang tua dan saudara sekandung), atau dari hubungan dengan mantan pacar/gebetan/teman dekat, pasti memiliki beberapa nilai positif yang diambil, problema hidup akan dijadikan pelajaran dan diingat, bekal itu akan diteruskannya dalam kehidupan barunya.

Belbel kami memanggilnya, 
Yah, seorang gadis mungil yang hadir ditengah-tengah keluarga kecil baru kami. Si Belbel telah melengkapi kebahagiaan kami sebagai suami dan istri yang naik tangga menjadi bapak dan ibu. Iya kami bersyukur diberi kepercayaan untuk mengurus buah hati kandung kami yang Tuhan titipkan lewat mengandung dan proses melahirkan. Sungguh proses yang dialami dan dirasakan sangat menggembirakan dengan riwayat biochemical pregnancy dikehamilan sebelumnya.

Proses kehadiran Belbel ini sangat menceritakan kisah unik dan kenangan yang indah sekali. Yuk, simak kisahnya si Belbel dalam beberapa kelompok musimnya

Proses di Kandungan
Proses ini adalah berita kebahagiaan, karena akan adanya keturunan dalam keluarga. Dimana yang namanya seorang suami mulai berlatih lagi yang namanya kesabaran dalam merawat pasangannya, ketika gampang sensitif, gampang mabok karena hormon beta hcg yang tinggi, gampang lapar, gampang muntah, gampang menangis, gampang bosen, gampang bahagia, gampang capek, gampang ngeluh. Dan seorang istri harus merasakan perubahan fisik mulai dari Trimester 1, 2, dan 3. Merasakan mudah lelah dalam mengerjakan sesuatu, susah tidur dan aktivitas terbatas. Belbel dalam kandungan memang sangat kooperatif, tumbuh dengan baik, juga tidak manjah. Tapi si Belbel ini salah satu janin yang aktif banget, sehari bisa pindah posisi tidurnya tiap 2 jam sekali. Selama kehamilan, aku dan suami tidak bisa memonitor sendiri kehamilanku, walaupun aku seorang Ners (perawat) dan suami seorang Dokter. Selama kehamilanku ini dibantu pantauan tiap bulannya oleh seorang dokter yang baik dan sabar. Beliau adalah dokter Specialis Kandungan (Sp.OG), bernama dr. Sigit Pradono Diptoadi, Sp.OG yang selama ini menemani hari hariku dari kehamilan pertama Biochemical yang bermasalah sampai kehamilan Keduaku ini di Rumah Sakit yang bukan ditempat aku maupun suamiku berkarya sebagai tenaga kesehatan tetapi merupakan Rumah Sakit yang akan menjadi pilihan aku untuk melahirkan nantinya. 
Saat kehamilan ini juga, aku dan suami juga pernah dipantau screening awal baby dengan USG 4d oleh dokter lain atas rekomendasi dokter Sigit yang memiliki lisensi khusus di rumahsakit lain karena saat itu 4d di rumah sakit tempat biasa kontrol sedang rusak, beliau bernama dr. Hendrik Sutopo,M.Biomed.,Sp.OG yang kebetulan juga merupakan rekan sejawat dan seatap dengan suami.


Proses Melahirkan

Ini dia terjadi proses yang unik dan mengesankan. Dimana saat hari Tahun Baru Imlek, si Belbel yang ada di dalam kandungan mendorong kepalanya kebawah (kemaluan ibunya) sehingga keluar lendir & air yang mencurigakan seperti ketuban. Malam itu, sebenernya sedang ada banyak tamu dirumah keluarga karena ikut merayakan Imlek . Saat itu, suami akan berangkat jaga malam 24jam bertugas di Rumah Sakit, dan sebagai istri yang sudah menunggu hari launching baby Belbel ini tidak mau ditinggal sendiri di rumah dan ingin ikut suami yang akan dinas.dikarenakan tanda awal melahirkan dirasakan seperti his bertambah kuat, durasinya sekitar 20-25 detik dan muncul tiap jam. Tas berisi perlengkapan pertama bayi lahir & ibu melahirkan, fotocopy : KTP suami istri, surat nikah sipil, Kartu Keluarga, Kartu jaminan kesehatan (BPJS, Asuransi) sudah tertata rapi dan ditata rapi dan siap dibawa. Awalnya suami minta untuk cuti mendadak karena istri akan melahirkan, kebetulan saat itu Kepala Devisi dari suami "Pegawai baru yang langsung diangkat Kepala Devisi" tidak memberikan cuti, dengan lapang dada aku sebagai istri harus rela dan berlapang dada karena ini adalah resiko memiliki pasangan yang profesinya untuk mendua dengan profesi dan masyarakat terutama pasien.

Nah, saat setelahnya beneran ikut suami tugas di rumah sakit, tapi sang bumil ngendhon di kamar jaga dokter untuk istirahat (gak lupa ijin dulu sama rekan sejawat yang saat itu dinas). Suami pun menjalankan tugas seperti biasa di rumah sakit, menjadi dokter jaga ruangan memang repot apalagi memegang bangsal yang tidak hanya satu dalam satu rumah sakit, saat itu dokter jaganya ada 2 dokter. Saat itu suami bertanggung jawab untuk bangsal Kebidanan, Perina-Anak, dan VIP.  Sedangkan dokter jaga lainnya bertanggungjawab pada bangsal internis, bedah dan saraf.
Pagi itu rasa mulas sudah agak tidak mengenakkan, lalu membuat aku untuk harus pindah dari ruang jaga dokter ke VK yang kebetulan posisinya bersebelahan dan ditolong sementara oleh bidan setempat untuk dicek. Saat itu aku benar - benar menjadi pasien tanpa wali, karena suami saat itu sedang  bertugas dan banyak pasien yang harus menjadi prioritas utamanya saat itu. Saya lalu diminta opname, saat itu hanya didampingi bidan untuk masuk IGD saja agar bisa ditangani menjadi pasien. 

Taraaaaaa, masuklah igd dengan keluar rembesan air dikit dikit dengan mulas tanpa didampingi keluarga maupun didampingi suami. Tapi aku sedikit tenang di IGD karena aku mengenal semua karyawan disana dan sudah kuanggap sebagai keluarga. Kebetulan saat itu dokter SpOG nya masa peralihan jaga, karena waktunya mepet, akhirnya dialihkan ke dokter SpOG yang jaga di hari baru, kebetulaaaaaan sekali adalah jadwal dari dr. Hendrik Sutopo M.biomed, SpOG, beliau yang tau sedikit banyak mengenai kondisi janin dan aku. Nah, cek cek lah dgn Vaginal Tube / VT oleh dokter, ternyata sudah ada pembukaan (saat itu pembukaan 1-2) pada pukul 10.30 WIB, biasanya karena akan melahirkan anak pertama pasti pasien disuruh pulang dulu karena pembukaan pasti lama, tapi karena melihat kondisi suami yang sedang jaga, saya diijinkan untuk tetap berada di rumah sakit karena ga mau resiko jika sudah saat nya mbrojol gak ada yang nemani istri untuk diantar ke yankes terdekat dan terjadi sesuatu yang ga diinginkan.  

Saat pemeriksaan pembukaan, dokter juga melakukan tindakan yang jarang dilakukan di Indonesia tetapi sudah menjadi lisensinya untuk digunakan  yaitu Metode Stripping Of The Membrane dan dilanjutkan monitoring CTG  Cardiotograph ruangan rawat inap sampai saatnya pembukaan lengkap. Proses selanjutnya hingga pecah ketuban jam 22:45 WIB, suami masih belum berada di kamar bersalin karena masih menangani pasien kritis diruangan dan akan merujuk pasien ke RS lain dan harus mengantar dengan ambulance hingga di rumah sakit yang dirujuk yang akhrinya dibantu oleh dokter jaga lain yang malam itu juga jaga. 

Suami saat itu juga bertanggung jawab di Bagian Kebidanan, tak lain pasien yang harus mendapat penanganan segera adalah istri sendiri dan calon anak yang akan lahir. Sebelum masuk ke ruang bersalin, suami yang juga seorang dokter membereskan surat persetujuan keluarga dari seorang ibu yang akan melahirkan sebagai suami dan dokter jaga yang akan menjadi asisten persalinan pasien sekaligus istri sendiri. 

Akhirnya dokter SpOG , dokter jaga ruangan siap, bidan siap, suami siap, ada coass anak dan coass obsgyn, serta pasien siap dipimpin mengejan. Saat proses persalinan kala 2 ini, terjadi sedikit ketegangan dan tidak segera lahir, lalu berputarlah sebuah alunan musik klasik selama proses persalinan, saat itu pas kepala nongil, musik yang muter pas musik klasik dari Richard Clayderman yang judulnya Love Story, Passsssssssss Banget sih?ternyata alunan musik klasik ini sangat menolong relaksasi selama proses melahirkan spontan yang kualami, setelah melupakan rasa puluhan rasa patah tulang yang dirasakan, tak lama lahirlah seorang bayi yang bersih seperti dimandikan air, gak ada lemak-lemak menempel, darah menempel, dan hanya dilap lap sedikit saja. menangis kuat dan cantiknyaaaaaaaaa...............

Saat itu juga dokter jaga yang merupakan ayah baru dari anak yang barusaja lahir memotong tali pusat sendiri, rasa harupun dirasakan seluruh petugas yang menyaksikan. Tak lama setelah melahirkan, suami langsung meninggalkan lokasi ruang persalinan, menitipkan istri kepada bidan yang bertugas dan pindah keruang perina, untuk melakukan pemeriksaan fisik segera pasien baru yaitu bayi baru lahir yang tak lain adalah anak sendiri, mengisi lembar demi lembar catatan medisnya, dan memberikannya tetes mata dan suntik Vit K. Rasa haru kembali dirasakan oleh keluarga karena ini merupakan cerita yang tak banyak dimiliki dan dialami oleh keluarga lain, rasa syukur dilewati dan dialami bersama.

Ibu baru masih terbaring di ruang pemulihan selama 2 jam, dipantau ketat oleh bidan jaga dan seorang coass. Suami yang harusnya ikut menjaga, saat itu tidak ada ditempat menemani istri maupun anak barunya, karena ada pasien gawat lain yang harus ditanganinya. Yahhhh, memang nasip. Sang ibu dipindahkan diruang rawat inap untuk istirahat setelah melewati masa pantau 2 jam paska melahirkan dan dipersilahkan untuk tidur. Baru setengah jam dilewati sendiri diruang perawatan, sang bidan jaga yang mengontrol ruang rawat pasien kebimgungan karena pasien sudah tidak ada di bednya ketika subuh itu tiba. Panas dingin tubuhnya, kawatir jika ada sesuatu yang dialami pasiennya. Ehhh, ternyata menemukan saya dikamar mandi sedang mandi, gosok gigi dan selesai keramas, dan pup. hahaha..... Gerah sus, kataku! Santai.

Begitu indah cerita yang boleh dialami bersama keluarga kecil saat mendapat kehadiran anggota baru kami.