Tampilkan postingan dengan label Cerita Imanku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Imanku. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Juli 2026

Banyak Persimpangan

Edit Posted by with No comments


Ada masa ketika hati tidak lagi berjalan di satu jalan yang lurus. Ia mulai mengenal persimpangan. Di satu sisi ada keteguhan hati, di sisi lain ada kesetiaan pada pilihan hidup, dan di sisi yang lain lagi ada perasaan yang datang tanpa pernah diminta.

Mungkin tidak semua orang akan memahami kekacauan seperti ini. Bagi mereka yang hidupnya berjalan dengan tenang, cerita seperti ini mungkin terdengar aneh, bahkan dianggap menyimpang. Namun bagi seseorang yang sudah melewati begitu banyak fase kehidupan, luka, kehilangan, dan berbagai persoalan yang menguras jiwa, kekacauan hati bukanlah sesuatu yang asing.

Ada kalanya aku bertanya, bagaimana rasanya bisa berdoa bersama dalam satu Tuhan dengan seseorang yang kita cintai? Lalu bagaimana jika kenyataannya, hati justru bertemu dengan seseorang yang memiliki keyakinan yang berbeda?

Yang lebih sulit lagi, mengapa perjumpaan seperti ini harus datang ketika kehidupan sudah berada di pertengahan jalan? Ketika pondasi keluarga sudah dibangun, ketika tak ada lagi ruang untuk kembali ke masa lalu. Kita tahu ada batas yang tidak boleh dilanggar, tetapi kita juga tidak bisa menyalahkan perasaan yang muncul begitu saja.

Perasaan memang tidak pernah meminta izin untuk datang. Ia hanya hadir, lalu mengajarkan bahwa tidak semua yang indah ditakdirkan untuk dimiliki.

Mungkin benar, ada orang-orang yang hanya dititipkan untuk dikagumi, bukan untuk dimiliki. Kehadirannya cukup untuk mengingatkan bahwa hati kita masih mampu merasakan, meski pada akhirnya harus belajar melepaskan.

Sering kali aku ingin bertanya kepada Tuhan.

"Mengapa cara-Mu begitu rumit? Mengapa Kau menghadirkan seseorang pada waktu yang tidak mungkin? Bukankah hidupku seharusnya sudah tenang?"

Barangkali Tuhan tidak sedang ingin mengacaukan hidupku. Mungkin Dia hanya sedang mengajarkan bahwa cinta bukan selalu tentang memiliki. Ada cinta yang cukup disimpan dalam doa, dijaga dalam diam, lalu diikhlaskan sebagai bagian dari perjalanan hidup.

Dan mungkin, kedewasaan bukanlah saat hati berhenti mencintai. Melainkan ketika hati mampu menerima bahwa tidak semua rasa harus diperjuangkan untuk menjadi milik.

Kadang, bentuk cinta yang paling tulus adalah membiarkannya tetap menjadi cerita yang indah... tanpa pernah menjadi akhir yang kita inginkan.

Minggu, 20 April 2025

Harmoni dalam Pelayanan

Edit Posted by with No comments



(Foto 1: Partisipasi dalam Membaca Puisi) 


Di lorong-lorong sunyi penuh harap,
Langkah berpadu, hati menyatu mantap,
Mereka datang bukan sekadar bekerja,
Tapi membawa cinta dalam setiap kata.

Tak peduli warna kulit atau suara,
Tak penting asal-usul atau budaya,
Di mata mereka—pasien adalah jiwa,
Yang layak disembuhkan, dijaga, dan dijaga.

Tangan-tangan cekatan menyalurkan harapan,
Dalam denyut nadi dan senyum menenangkan,
Meski di luar badai terus menerpa,
Mereka tetap berdiri, tak pernah goyah rasa.

Karena ikhlas adalah nafas pertama,
Dan senyum adalah bahasa semesta,
Di balik masker, tersimpan ketulusan,
Yang tak tampak, tapi menghidupkan harapan

Di lorong putih harapan menyala,
derap langkah tak pernah sendiri,
kami berdiri bukan hanya sebagai insan,
tapi jiwa-jiwa yang terpaut visi.

Tak kami tanya dari mana kau datang,
tak kami beda warna kulit, bahasa, atau budaya,
karena sakit tak kenal golongan,
dan kami di sini — untuk semua, setara adanya.

Dalam tiap sentuhan, senyum pun bicara,
meski lelah kadang menyapa jiwa,
di balik masker ada hati yang terbuka,
melayani dengan ikhlas, tulus tanpa jeda.

Bersama, kami bukan sekadar tim,
kami harmoni dalam irama yang sama,
mengobati tak hanya dengan ilmu,
tapi dengan cinta, doa, dan rasa percaya

Ada badai di luar ruang kerja,
namun kami tak goyah dalam tugas mulia,
karena kami tahu, harapan itu nyata
saat pasien pulang dengan tawa.

Saling menopang di tengah tekanan,
Saling menguatkan saat lelah menjeratkan,
Tim yang berbeda, tapi satu tujuan,
Melayani hidup, dengan hati yang tulus dan ringan.

Mereka bukan sekadar petugas atau tenaga,
Mereka pelita di ruang penuh asa,
Bekerja bukan karena terpaksa,
Tapi karena cinta pada sesama manusia.

Dalam langkah yang satu irama,
terpadu hati, menyatu jiwa,
tak kenal lelah, tak hitung daya,
kami berjalan demi cinta yang nyata.

Di tengah gelap, kami membawa cahaya,
dalam riuh, kami bisikkan asa.
Setiap tangan yang terulur,
adalah janji yang kami jaga sepenuh nur.

Tak sendiri meniti jalan,
karena kami adalah pelita dalam pelayanan.
Satu tujuan, satu semangat,
menyulam kasih tanpa syarat.

Ciputra Hospital jadi ladang pelayanan,
dengan misi yang tak sekadar ucapan,
kami hidupkan visi dalam tindakan,
demi kesehatan yang menyentuh kehidupan

Dan di sana, di setiap tawa dan air mata,
kami temukan harmoni yang tak ternoda,
karena dalam kebersamaan yang tulus dan murni,
pelayanan menjadi puisi yang abadi.


Ciakar, 13 April 2025
Seruan kami, pelita bergaris putih


(Foto 2: Bersama partner dalam berpuisi)

(Foto 3: Menjadi Salah Satu Puisi Pilihan, foto bersama Direktur RS)




Minggu, 02 Desember 2018

Sekolah Kasih

Edit Posted by with No comments
Setelah sekian lama absen dari dunia blogger, Depot Teres serilis sebuah tulisan yang tiada lain adalah The Wedding. Yeah, kali ini tulisan yang ditayangkan dalam blog klikteres merupakan cerita pribadi yang diangkat ke dunia internet untuk ikut mewartakan kabar sukacita kepada seluruh pembaca setia blog ini sekaligus temu kangen dengan pemilik akun serta mengobati rasa kangen bagi kalian semua yang merasa terlalu kepo disini. 

Sekolah KASIH,


Surat cinta Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi ia bersukacita karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap. 1 Korintus 13: 4-8

Masihkah kalian ingat akan peristiwa 26 Desember 2014, hampir satu setengah tahun silam di blog ini? Masa pertunangan, yang merupakan bagian dari rangkaian peristiwa dari dua insan beda jenis kelamin yang saling mencintai dan ingin mewujudkan suatu keluarga baru dari keluarga besar yang dimiliki masing-masing sebelumnya. Kata orang, ini merupakan rangkaian dari peristiwa menuju pernikahan. 
Saat ini dua insan ini terpanggil untuk menjadi Keluarga Nazareth berikutnya, mungkin beberapa pasangan yang sudah-sudah, tidak melakukan prosesnya secara mandiri, maksudnya adalah beberapa pasangan mungkin karena bekerja diluar kota, sibuk bisnis, atau masih fokus belajar ataupun karena pernikahannya merupakan pernikahan darurat (bisa dibilang karena kritis sakit, atau karena nabung duluan hehehe). Disini saya akan menceritakan bagaimana proses dari persyaratan nikah yang hampir seluruh syarat nya dilengkapi dan dituntaskan oleh  mempelai berdua. Berikut peristiwanya.....


Administrasi Pemerintah (Catatan Sipil)

Dimulai dengan persiapan dari Calon Mempelai Pria (CMP)

1. Meminta Surat Keterangan (Pengantar) RT & RW  mengurus Administratif Capil
2. Menyiapkan berkas pribadi: Foto Pribadi Ukuran 2x3 (2lembar), FC. KTP, FC. Akta Kelahiran          dilegalisir, FC Kartu Keluarga, FC. Ijazah terakhir, Foto berdampingan latar merah cowok kanan        cewek kiri 3x4 (2 lembar) 4x 6 ( 2 lembar)
3. Membawa surat pengantar RT & RW  ke Kelurahan mengurus N1-N4 kemudian dicap Kecamatan
4. Membawa surat lengkap yang diurus dari Kecamatan ke Kantor Catatan Sipil untuk diberikan surat     pengantar pindah nikah (jika Calon Mempelai Perempuan /CMW  berasal dari luar kota dan akan        menikah dikota CMW)
5.  Surat keterangan sehat dan imunisasi dari Puskesmas.
6.  FC. KTP Saksi Pernikahan


Kedua, persiapan dari Calon Mempelai Wanita (CMW)

1. Meminta Surat Keterangan (Pengantar) RT & RW  mengurus Administratif Capil
2. Menyiapkan berkas pribadi: Foto Pribadi Ukuran 2x3 (2lembar), FC. KTP, FC. Akta Kelahiran          dilegalisir, FC Kartu Keluarga, FC. Ijazah terakhir, Foto berdampingan latar merah cowok kanan        cewek kiri 3x4 (2 lembar) 4x 6 ( 2 lembar)
3. Membawa surat pengantar RT & RW  ke Kelurahan mengurus N1-N4 kemudian dicap Kecamatan
4. Surat Keterangan sehat dan imunisasi dari Puskesmas (Suntik TT)
5. FC. KTP Saksi Pernikahan

Ketiga, persiapan berkas ke Kantor Pencatatan Sipil (Capil)

1. Semua berkas dari CMP dan CMW dijadikan satu dan dikumpulkan di Kantor Catatan Sipil bagian     pendaftaran calon pengantin dan mengisi formulir pendaftaran
2. CMP, CMW, dan kedua Saksi Nikah menandatangi Formlir catatan sipil.
3. Mengumpulkan foto berdampingan yg telah disiapkan sebelumnya secara pribadi.


Administrasi Gereja 

1. Sertifikat Kursus Perkawinan Katolik kedua mempelai (berlaku 6 bulan sebelum tgl married)
2. Surat Baptis Asli kedua mempelai (diperbaharui dulu, maksimal 6 bulan sebelum tgl married)
3. Mengisi formulir dari gereja yang akan menjadi tempat penerimaan sakramen pernikahan
4. Surat Baptis & surat nikah gereja katolik yang menjadi saksi pernikahan
5. KK & KTP Orang tua kandung kedua mempelai


Catatan ini ditulis pada 19-10-2015
Semoga membantu

Minggu, 15 Juni 2014

Pak, Surat Untukmu di Sorga

Edit Posted by with No comments
Jogjakarta, 14 Juni 2014.


Pak'e!!
Ini aku anak ragilmu, Endah.
Anak bungsumu yang selalu merindukanmu.
Apa kabarnya Pak'e di sorga? Sehat kan pak'e?
Apakah disana Pak'e masih suka menonton acara sepakbola dan tinju dunia?
Bercocok tanam seperti bibit tanaman yang Pak'e jual di halaman rumah?
Satu-satunya mata pencaharian dan pendapatan keluarga, untuk menafkahi kami semua.
Endah bangga dengan usaha Pak'e dan Ibuk.
Walaupun Pak'e dan Ibuk hanya lulusan SR dan SMP sederajat.



(Foto 1: ultahku umur 1 tahun. Aku digendong Pak'e dan Ibuk)


Pak'e...
Anak ragilmu sekarang sudah besar, 
Endah sekarang sudah hampir dua puluh lima tahun.
Endah sudah menjadi sarjana muda, dan sekarang sekolah lagi.
Endah sekarang jadi seorang perawat, Pak'e...
Perawat yang merawat pasien di rumah sakit, kerja di bagian bedah.
Mas Yono juga sudah menjadi Insinyur, anaknya sudah dua, cantik2 dan pintar.
Mas Budi yang lulus sarjana STPDN, sekarang sudah S2,istrinya dokter, dan anaknya sudah dua, ganteng2 dan lucu.
Ibuk sekarang dirumah, menjaga amanah Pak'e untuk mengelola tanaman yang masih laku dijual.

(Foto 2 : dari kiri --> Ibuk, Mas Yono, Endah, Pak'e, dan yg bawah Mas Budi)


Pak'e...
Ketika Endah SD dulu, Pak'e selalu mengajarkan Endah bersosialisasi.
Bertemu banyak orang dan menolong tanpa pilih kasih.
Pak'e juga pernah bilang sama Endah,
"Nduk, banyak teman itu banyak rejeki. Jangan pilah-pilih berteman."
Pak'e juga selalu membelikan apapun yang Endah mau.
Asal itu berguna dan bermanfaat bukan hanya untuk Endah, tetapi untuk Mas Yono, Mas Budi, dan Ibuk.
Pak'e ingat kan? Endah minta dipasangkan telepon rumah.
Biar Endah bisa telponan sama temen-temen sekolah.
waktu Mas Budi diterima di STPDN dulu?
Kalau mau telpon rumah, harus kerumah tetangga, dan  Mas Yono yang kos di Solo, kalau mau minta uang bulanan kuliah, harus telpon ke rumah tetangga dan merepotkan.

Pak'e...
Ini Endah kirimkan foto-foto kita bersama dulu.
Kita foto bersama hanya beberapa kali saja.
Saat ulang tahunku pertama tahun 1990 dan waktu Mas Budi masuk STPDN dulu tahun 1998.
Ini Endah juga kirimkan foto Endah Wisuda D3 Keperawatan tahun 2012.
Semoga Pak'e terobati rindunya!


Pak'e...
Engkau adalah Bapak yang tangguh.
Walaupun hanya usaha menjual tanaman dan pot dirumah, ditemani Ibuk.
Secara detil menekuni tanaman yang bisa dijual, 
Sehingga rumah terasa seperti hutan rumah dipinggir jalan.
Selain rumah terlihat penuh karena tanaman, bunga-bunga bermekaran menghadirkan kupu dan kumbang bermain diatasnya.
Dengan modal tanaman, yang Pak'e tekuni bertahun-tahun tanpa bosan,
Pak'e bisa menyekolahkan Mas Yono, Mas Budi sampai Sarjana.
Menyekolahkan Endah juga, walau Pak'e harus berpulang saat Endah lulus SD.

(Foto 3: Wisudaku di STIKES St. Elisabeth Semarang. Bersama Ibuk, Mas Budi, Mas Yono, dan Tasya anak pertama Mas Yono)

Pak'e...
Sejak tanggal dua belas, seminggu saat Ramadhan tiba...
Bulan November tahun 2002 yang lalu Pak'e menutup mata, 
menghembuskan napas dunia terakhir kalinya,
Saat itu Endah beranjak lulus SD.
Saat Endah belum sangat mengerti artinya kematian saat itu.
Endah tahu, bahwa kematian artinya tidak bisa bersama-sama lagi.
Walaupun Pak'e sudah tiada, tetapi Endah percaya...
Pak'e tetap mendoakan Ibuk, Endah, Mas Yono, dan Mas Budi di rumah.
Pak'e tetap menjaga kami dari sorga.


Pak'e...
Endah sekarang sudah bisa naik motor sendiri, 
Motor ini adalah motor Mas Yono,
Endah pakai motor ini untuk kebutuhan Endah transportasi ke kampus.
Sekarang kemana-mana Endah sendiri, dan tidak tergantung siapapun.
Endah ingat betul, dulu Pak'e yang selalu mengantar dan setia menemani Endah
Kemanapun Endah mau!

(Foto 4 : Endah jadi Perawat, di RS Atmajaya Jakarta Utara)
Pak'e...
Ibuk sudah menua, tetapi tetap cantik.
Sekarang Ibuk dirumah sendiri, Ibuk menjaga rumah dengan baik.
Menjaga kebun dan merawat tanaman dengan baik.
Walaupun sekarang Ibuk sudah tidak jualan lagi,
Ibuk sudah tidak kuat kesana-kemari sendiri.
Kadang Endah pulang ketika libur semester tiba, 
Jalan-jalan ke kebun rumah, mengingat Pak'e ketika bercocok tanam.

Pak'e...
Sekarang Endah sudah dewasa, 
Sudah saatnya mengenal lawan jenis.
Ibuk juga sudah mengijinkannya, Pak'e juga memberi ijin kan?
Pemuda ini baik, walaupun dia dari etnis Tiong Hoa, 
Pemuda ini sangat bertanggung jawab dengan Endah.
Ibu merestui hubungan kami, Pak'e. 
Dia Sarjana! Profesinya Dokter.
Seperti yang Pak'e bilang dulu sama Mas Budi dan Mas Yono.
Mencari pasangan pelajar dan menekuni pendidikan, itu lebih baik.
Untuk masa depan yang lebih baik dari Pak'e dan Ibuk.

(Foto 5: Pemuda bernama Parmadi Komalajaya)


Pak'e...
Jika Endah menikah, 
Endah akan seperti Pak'e dan Ibuk.
Menjadi keluarga baru, walaupun di pelaminan nanti Pak'e tidak mendampingiku disisiku.
Aku percaya, Pak'e selalu mendoakan yang terbaik dari sorga!


Pak'e...
Jasamu sungguh mulia.
Anak-anakmu selalu mendoakanmu selalu.
Maaf' jika Endah sering nakal ketika Pak'e jaga dulu.
Endah belum bisa membahagiakan Pak'e lebih.
Hanya doa' dan kenangan bersama Pak'e yang Endah punya.

Semoga Pak'e bahagia selalu di sorga sana.
Bersama Tuhan Yang Maha Kuasa.
Doakan kami yang masih ada di dunia ini ya Pak'e
Supaya kami bisa hidup dengan baik.
Jauh dari dosa dan maksiat yang semakin merajalela.

Pak'e...
Sekarang dibumi sedang mempersiapkan hari Ayah.
Hari ayah yang jatuh tanggal 16 Juni, tiap tahunnya.
Di dunia menyebutnya "Happy Father's Day" tau disebut "Hari Ayah Internasional"
Endah juga ingin mengucapkannya, buat Pak'e di sorga!
Selamat hari ayah, ya Pak!
Endah sayang sama Pak'e.

Pak'e...
Sudah dulu ya Pak. 
Semoga surat ku ini cukup untuk menghibur Pak'e disorga sana 
yangjuga merindukan ocehanku.
Maaf ya Pak'e kalau kadang Endah lupa menyebut Pak'e didalam doaku.
Tapi Pak'e tau kan, Endah selalu sayang dan rindu Pak'e.
Semoga suatu saat nanti, 
Endah bisa ketemu lagi dengan Pak'e di sorga!

(Foto 7: Makam Pak'e setelah di renovasi, Sukoharjo Jawa Tengah)


Oh ya Pak'e, Januari kemarin rumah Pak'e selesai di renovasi.
Semoga Pak'e makin adem ya tinggal di peristirahatan Pak'e yang terakhir.


Salam sayang dari Anak Ragilmu!
Theresia Endah Purnomo Sarie.







Jumat, 30 Mei 2014

Penyerangan Umat Katolik DIY saat Doa Rosario (diduga serangan Ormas Radikal)

Edit Posted by with 1 comment
Air mataku mulai meleleh, 
Pengrusakan kembali terjadi, 
Seperti tragedi yang pernah ada
Di pertengahan tahun 2006 lalu, mataku menyaksikan...
Di rumah umat di wilayah Bekasi
Ditengah alunan doa Salam Maria, dalam Doa Rosario


Dipaksa untuk menghentikan ritual keagamaannya, 
Tanda tangan diatas meterai, 
atas keinginan salah satu ormas : untuk dibubarkan dan tidak ada kegiatan keagamaan di lingkungan RT setempat. 
Kini, ketika mendengar wilayah tempat tinggalku yang dibawah lindungan Sultan. Tragedi pembubaran doa rosario yang digelar di rumah umat kembali terjadi,  Dimulai dari penganiayaan jemaat, perusakan rumah mililk Direktur Penerbitan Galang Press. Rumah Julius Felicianus,  komplek perumahan STIE YKPN, Desa Tanjungsari, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Ngaglik Sleman DIY... ( Gambar 1 : Ilustrasi Doa Rosario bersama di rumah umat)


Sejarah mencatat,
kamis malam 29 Mei 2014, tragedi ini terjadi.
Ketika tengah Bulan Maria, Rosario Suci digelar.
Jemaatpun terusik kekhusyukan dalam doanya, 
karena segelintir ormas tak bertanggung jawab, 
Yang mungkin terlalu kekeh dalam mempelajari ajarannya,
Sampai tidak lagi peduli dengan keanekaragaman disekitarnya.

Yogyakarta yang selama ini kukenal sangat aman, 
Saling menghargai dan menghormati,
Kerukunan umat beragama disini terjalin dengan sangat baik dari puluh bahkan ratusan tahun yang lalu.
Kini harus tersorot dunia karena tindakan yang konyol ormas yang tidak mengerti arti Bhineka Tunggal Ika.



(sumber Foto: Fb Rm. Aloys Purnomo) 


Sumber berita yang kudapat, 
Pada pukul 20.20 waktu setempat,
Sekelompok orang tak dikenal datang, sekitar delapan orang banyaknya,
Melempar batu, mengenai jemaat yang tengah berdoa.
menjatuhkan sepeda motor para jemaat yang diparkirkan didepan rumah tempat mereka melaksanakan ibadah rosario.
Tumah Julius saat ibadah rosario berlangsung itupun tak luput dari pengrusakan ulah ormas tersebut.
Keji! Bengis!! Jemaat pun dipukulnya oleh mereka.
Jerit tangis dan teriakan jemaat yang tidak dihiraukan oleh mereka.
Sampai ada jemaat yang harus dilarikan ke rumah sakit, 
untuk mendapatkan penanganan medis.
Tindakan mereka ini seperti manusia beragama tetapi tidak beriman.
Apakah ini yang kalian namakan "kepuasan iman? Ingin dikatakan jagoan?"

`(Gambar 3: Ilustrasi pembubaran kegiatan keagamaan)


Ketika Ormas tersebut bertindak, 
Julius sang pemilik rumah mengenali salah satu anggota ormas tersebut, 
Iya....
"Salah satu pelakunya tetangga saya sendiri. Dia mengontrak tepat didepan rumah saya, atas nama AB." 
Ketika Julius dipukulnya, 
Kelompok ormas tersebut berteriak:
"Saya suruhan sutaz JUT" setelah itu mereka pergi meninggalkan rumah Julius.

Wahai sodara, 
Menjadi warga tamu, inikah rasa hormatmu terhadap sekitarmu?
Mengapa kamu mengatas namakan suatu organisasi dan nama pemuka agama, sebagai kedok?
Dari manakah asalmu, kawan?
Bhineka Tunggal Ika, 
Itu dasar negara ini, Indonesia Raya.
Apakah kalian tidak pernah sekolah? di ajari pendidikan dasar kewarganegaraan?
Wahai sodara, 
Kalian tidak berhak melakukan tindakan kriminalisme berkedokan agama.

Saat ini Polda DIY sedang memburu para pelaku. Semoga suasana ini cepat kembali baik.
Kerukunan umat beragama, harga mati untuk dipertahankan.
Agama tidak mengajarkan kejahatan! 
Tuhan Yesus Memberkati, Amin.

Kekerasan bukanlah satu2nya cara untuk menyelesaikan masalah. Kekerasan adalah cara bodoh dan konyol!! Sempitnya pemikiran dan pemahaman thdp esensi / nilai-nilai ajaran agama ini akan melihat keragaman agama lain sebagai lawan yang menakutkan (musuh).
Ingat, jangan mengabaikan nilai2 keadilan dan kebenaran dalam menjalankan kegiatan keagamaan. Jadikanlah agama sebagai motivasi yang baik, bukan kekerasan! Kekerasan akan menjadikan hal kekeliruan para pemimpi agama.Ingat,Karena Nila setitik , rusak susu sebelanga! Jangan sampai terdengar suar2 Umat beragama kini lebih mementingkan kuantitas ketimbang kualitas.


(Julius yg tengah luka, sumber: tempo koran online)
Teriring salam dan doa,
Yogyakarta 30 Mei 2014.
-tepsarie-

sumber berita: 
http://beresnews.com/menu-detail-artikel.php?idart=3509&diel=6ea811804beb6ffc30b5dcfceeff5483
http://www.intelijen.co.id/pelaku-penyerangan-rumah-bos-galang-press-yogya-bukan-fpi/
http://www.tempo.co/read/news/2014/05/30/058581238/Umat-Katolik-Diserang-Ahmadiyah-Ikut-Khawatir
http://nasional.news.viva.co.id/news/read/508201-video--jemaah-di-yogya-diserang-saat-beribadah


Kamis, 08 November 2012

kepada nasrani sejati

Edit Posted by with 1 comment



Itu Tubuh
mengucur darah
mengucur darah
rubuh, patah
mendampar tanya: aku salah?
kulihat Tubuh mengucur darah
aku berkaca dalam darah
terbayang terang di mata masa
bertukar rupa ini segera
mengatup luka,aku bersuka
itu Tubuh, mengucur darah
mengucur darah

14 januari 2010

Seikat Kekecewaan

Edit Posted by with 1 comment

Jantungku berdetak cepaat,
ketika untaian kata itu terucap dari bibirmu.
Pecah berserak luluh hati mengadu
Tak tertahan ingin luap meronta
Benamkan perih rasa terpatri kecewa
Kadang resah harapku terpendam amarah
Tinggalkan hilang terjang lara
Hanyut hingga terbawa
Menepi di perasingan dan tak berarti lagi

Terus berulang tak hanya itu
Lebih dari ketidakpedulianmu
Berpaling bahkan pergi habis kau lukai
Seakan tak bersalah cobalah kau adili dirimu sendiri
Dan tak akan mampu kau mau mengerti
Terkecuali maaf yang berkali sering kau ucap
Bukan berarti dapat mengobati luka kau toreh
Bahkan merapuhkan hampir berhenti denyut nadi

kamu ragu! kamu penasaran!
aku lebih ragu! aku lebih penasaran!
jika aku lebih mendengarkan seruan ibuku,
aku tak akan mampu bertahan dan mempertahankannya sampai
SEKARANG.

 Yogyakarta (Seturan), Rabu 07 November 2012.
Theresia Endah Purnomo Sarie

Senin, 05 November 2012

Sujud menyembahMu diantara Batuan Tua di Atas Bukit

Edit Posted by with 1 comment

Turun dari Sendangsono, pagi2 buta...
Melintasi medan tanah yang semakin menurun dan berliku tajam..
Kembali membelokkan arah menuju arah atas bukit.
Sekali duakali tak mampu menahan gravitasi bumi,
Yang membuatku harus berhenti dan berusaha menahan keseimbangan.

akhirnya...
ketika melihat jalan menuju mata air suci itu..
menapaki tangga batuan yang mengarah ke puncak suci.
begitu indah dan megah...
asri dan indah aku terpana.
embun pagi menyambut kehadiranku dengan lembut
menyentuh pori2 tipisku dengan kesejukan.

Ya Yesus,
Aku hanyalah manusia yang lemah.
Sengaja aku menjumpaiMu di pagi.2 buta,
Untuk berserah diri sepenuhnya padaMu.

Ya Bunda Maria,
Aku bukanlah seorang koruptor yang bergelimang harta.
Aku hanyalah seorang mahasiswi yang sedang menuntut ilmu
Aku bemohon kehadiraMu Bunda  agar senantiasa terlindungiku  dari mara bahaya.
Didepan singgasanaMu yang anggun,
Berpoleskan wajah cantik yang memancar kesucian.
Meluluhkan hatiku untuk tenang teduh didekatMu...

Ya Yesus
Pemilik embun pagi dan semua batuan tua berdiri kokoh dalam anugerah tidurMu.
Hamba mohon perkenanMu ya Tuhanku.
Di Goa Semedi yang dikelilingi batuan tua hasil ciptaanMu.
Sujud dengan posisi bersila,
Walaupun dingin menusuk tulang menyerang dari luar,

Didalam Panti Semedi ini terasa hangat berselimutkan jubahMu...,

Ya Tuhanku, yang ruhku ada dalam genggamanMu.
Engkaulah yang membolak-balik kebenaran dan kesalahan dan Engkaulah pemilik keduanya.
Hamba tak pernah bersakwa sangka buruk kepadaMu ya Tuhanku.
Hanya Engkaulah yang maha pengadil.



Goa Maria Lawangsih, 26 Oktober 2012
Theresia Endah Purnomo Sarie

Doa adalah Keheninganku

Edit Posted by with No comments

Secuil harapan
Demi keindahan hidup
Seberkas impian agar berubah jadi
Kenyataan


Ku lantunkan Do`a dan harapan

ketika dentingan hati itu ada, dan tau akan kemana derita itu lenyap.
seiring angin berlalu, dawai tak lagi ada arti...

jangan bungkam akan semua, jangan hening bersahaja.
biar....
biar hanya aku yang terpana,
tersenyum akan semua: cinta, doa, dan harapan.
semua akan kurangkai.

kulupa akan derita, tak akan ada kepahitan.
semua menyatu hening di dalam doa.


Menebus ketenangan
Dalam kesuksesan
Mengakhiri Do`a dengan Untaian kata


.....Amin....



Sendangsono, 25 Oktober 2012...
theresia endah purnomo sarie


Tubuhku Tergulai Penuh Tanya

Edit Posted by with No comments

Tubuhku mematung kaku,Masih aku menunggu
 Terkilas masa lalu, aku tercenung.  
Jiwaku melayang, terkatung mengapung.

Masa-masa kanak-kanak, remaja dan dewasa.
Memburu waktu, memburu ilmu,
Memburu nafsu, memburu madu dunia.
Di tengah hiruk pikuk sesama manusia
Aku terhimpit, menjerit dan bertanya,
Mengapa aku di sini, buat apa sebenarnya aku ada?

Saat aku tiba pada batas pemisah antara ada dan tiada
Waktu membeku, menunggu, keputusanku
Kepalaku padat sarat pertanyaan butuh jawaban
Dalam bola kehampaan aku berseru,

“ADA-kah Kau?
Mengapa mataku tak melihat wajah-Mu?
Mengapa telingaku tak mendengar suara-Mu?
Mengapa batinku mengharu-biru tak menentu?

Jawablah aku!”
Lalu DIA menarikku ke alam misteri:

Salib berlumur darah,
dan kain kafan terlipat dalam kubur kosong;
Surga mulia gemuruh suara memuja
Raja di Raja di tahta-Nya;
Dunia yang porak poranda,
dan jiwa-jiwa yang meratap dalam api neraka


Lalu sinar kasih-Nya hangat menyelimutiku,
Aku menemukan jati-diriku.

“Tuhan, ini aku!
Aku mau, aku mau.
Jadikan aku menurut kehendak-Mu.”

Refleksi diri yang ditemukan dalam kekhusyukan di pelataran Goa Maria Jatiningsih, Yogyakarta.
19 Oktober 2012,
theresia endah purnomo sarie

Maha Terang Penuntun Hidupku

Edit Posted by with No comments

Kehidupan tanpa kasih Tuhan, bagaimana bisa memahami hidup?
hidup membunuh sesamanya, bagaimana bisa meyakini Tuhan?
ah, kalau kita hanya menelan dunia begitu saja
apa jadinya, tersungkur di tong sampah, begitu kotor
begitu luka terlunta...

Dalam air biru yang berdebur
Kau cari aku yang tertelan ombak kebingungan
Merasuki dunia yang berjalan sendiri
Mencari jiwa-jiwa resah yang datang pergi
Dalam usia penuh rindu pilu
Untuk kau dekap dengan kasih-Mu

ketika Kau telah pergi
Mati dalam kemenangan sejati
Bangkit dalam 3 hari
Kembali dalam kilau yang mencerahkan hati
Untuk mengingatkanku agar tidak terjebak
Dalam bumi yang tak perduli menghimpit

Engkau mencariku
Aku mencari-Mu
Waktu terus berlalu
Engkau setia menunggu
Dalam terang yang benderang
Sebenarnya tak perlu aku mencari-Mu
Karena Engkau selalu mendekap kesadaranku

Mencari jalan lurus
Haruskah hanya percaya tanpa mengerti?
Seperti tubuh tanpa roh...

Goa Maria Sriningsih, 18 Oktober 2012
theresia endah purnomo sarie,

Bertekuk Lutut DIdepan Candi Yesus Ganjuran

Edit Posted by with No comments

oooh Tuhan
malam hari ini aku datang...
tangisan penyesalan selalu kudengar
air mata yang selalu bertetesan
dan cahaya lilin diantara candi
yang tak dapat kunikmati saat itu...
senyuman yang tak pernah aku buat,
ucapan manis yang mungkin Engkau dengar
malamku hilang
bagaikan ditelan bulan
sujudku menuju arahMu
dan meminta belas kasihanMu
aku ingin menikmati cahaya lilin
aku ingin mencari senyumanku yang hilang
dan membuang jauh penderitaan yang selalu menyelimutiku.

15 Oktober 2012

Rabu, 09 Februari 2011

Ingin Kuhibur Gereja Katolik di Temanggung

Edit Posted by with 2 comments
saat ini , saatnya untuk melapangkan dada pasca pengrusakan gereja yang dirusak para massa yang anarkis di temanggung, Selasa 08 Februari 2011



Greja tua
Kudatang lusuh

Reruntuhan bata
disudut halaman

kubersimpuh
mencium tanah

berharap rata dgn tanah
atau lebih rendah dari rumput

kecium tetesan darah
sang Kudus
wangi bagai melati

tiba tiba
aku merasa jadi sekuntum bunga cinta
semerbak menembus semua dinding

aku membasuh hatiku
dengan tetesan tetesan injil yang terperas
hingga sebening kaca
sekilap perak
sekokoh baja
biar ku dapat melihat
semua yang tak pernah tertampakkan oleh dunia

kesederhanaan agung
apa adanya
membuatku meleleh dan menguap
menjadi halibut cinta
yang tak pernah bersyarat

Di gereja ini
Aku akan membunuh semua inginku
Mencincang semua anganku
Hingga menjadi selembar kertas kosong

Dihadapan cinta yang Agung
Hanya itu yang dibutuhkan
Agar bisa terbang kesemua galaxy

Rabu, 11 Agustus 2010

Lima Belas Salib

Edit Posted by with No comments
Aku bermimpi aku berlutut, di lima belas salib di bukit
Tidak bisikan dari pohon-pohon, semuanya masih,
Aku merasakan kesedihan di hati saya, suatu jenis sakit kosong,
Lima belas jiwa sudah pergi, hanya kenangan yang tersisa.
Aku mencoba berteriak untuk mengurangi kesedihan saya,
Mengangkat tangan ke surga, berdoa bantuan Tuhan.
Bukan suara atau kata, kekosongan berlimpah,
mengatasi kesedihan saya, saya mulai tenggelam.
mati lemas pahit seperti itu, aku berharap seseorang bisa mendengar,
Mengapa kita membiarkan ini terjadi, dalam mimpi saya tidak jelas.
Aku menggelengkan kepalan tangan ke surga dan memohon untuk alasan mengapa,
Tapi hanya diam berbicara, menawarkan jawaban.
Tidak ada suara keluar dari bibir saya bahkan ketika saya menjerit,
Aku berdoa itu hanya sebuah mimpi buruk, suatu jenis mimpi mengerikan.
Lalu aku mendengar paduan suara malaikat memanggil dari atas.
"Dunia ini menuai kebencian,"
"Karena dunia bukan cinta menabur."
"Anda harus menerima perbedaan satu sama lain tidak peduli apa yang mereka mungkin,"
"Dan saling mencerahkan harapan perdamaian dan persatuan."
Ketika malaikat itu selesai berbicara, ia berakhir dengan menghela napas,
Menatap ke bawah melintasi lima belas lima belas jiwa yang mengucapkan selamat tinggal.
Maka langit terbuka, para malaikat memberikan jalan,
sampai ke gerbang surga, rahmat mulai bermain.
Dan ketika mereka meninggalkan dunia ini Dunia malaikat putus asa mencari
kembali ke lima belas persilangan baru-baru ini pergi.
Hujan yang lembut mulai turun, tapi tidak ada awan di langit,
Lalu Yesus berbisik kepadaku, "Ini adalah bagaimana malaikat menangis."