This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Pro Ecclesia Et Patria

Bila hatimu terasa berat hadapilah dengan senyum. Bila bebanmu terasa berat hadapilah dengan senyum. Bila imanmu terasa goyah hadapilah dengan doa. Bila terangmu terasa redup panggilah nama Kristus.
Tampilkan postingan dengan label Wisma Sukowati Bausasran DIY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisma Sukowati Bausasran DIY. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Mei 2014

First Anniversary Memories


Memberi kesan yang baik pada keluarga, 
Itu yang aku pikirkan disaat aku bingung, rencana yang tidak terduga ada didepan mata.
Inilah kisah yang mengulas peristiwa hubungan kasih antara (dokter) Parmadi Komalajaya dengan (suster)Theresia Endah Purnomo Sarie.




Malam itu,
aku dengan ransel dorongku, membawa selembar tiket kereta-api jurusan Lempuyangan Yogyakarta (LPN) - Pasar Senen  Jakarta (P.SE) seharga 50K. Senin, 12 Mei 2014. Mengantar perjalanan bunda tercinta menuju Cakung-Jakarta Timur rumah sang kakak keduaku Teodosius Budi Setyono., S.TP., MSi dan isterinya satu-satunya dokter Carolina Mega Rosari. Perumahan nuansa SNG Metland Ujung Menteng tujuannya. Bunda membawa segudang buah tangan untuk dua krucil2 jagoannya. Nama kedua cucu laki-laki kesayangan nenek adalah Nathanael Kresna Setyono (4th) dan Nicholas Respati Setyono (2,5th). Secara otomatis, ini juga merupakan pertemuan antara orang tua aku dengan orang tua pacar aku.


Resah dan gelisah didalam set kursi 18-B Gerbong 1
Memikirkan bagaimana caranya menghubungi pacar tercinta, dan membayangkan bagaimana dengan pertemuan kedua orang tua kami nanti di Jakarta. Omegot!omegot!omegot! Kepalaku cenat-cenut gak karuan didalam kereta. Sempat aku berfikir dalam hati "harus hati2 saat pertama kali bertemukan bunda dengan calon mertua. jangan sampai membuat hubungan dg pasangan tidak direstui, sayang khan kalo hubungan yg sudah terjalin harus hancur!"


Jakerdahhh! 13 Mei 2014 , Pukul 02.30 pagi #Stasiun Jatinegara.
Akhirnya, semakin susah mengatur nafas dan menghilangkan ketegangan! Benar-benar Jakerdah! Semakin dekat dengan keluarga pacar! Jarak yang beratus kilo menjadi sejengkal kilo sajahh...  "Tuhan kirimkanlah aku, moment yang baik untuk pertemuan nanti." Aku semakin ciut dan penuh kecemasan yang tak tahu sumbernya dari mana. Oh ya, sebelumnya terimakasih  www.kereta-api.co.id telah mengantarkan perjalananku yang jauh dari kota gudeg ke kota gegapolitan ini. Dan sampailah di Metland Cakung Pukul 03.00 pagi.



Pertarungan Tante dan Ponakan
Chiaaattttt! 08.30 pagi, merapat ke Jakarta Utara, ouh yeah! Sukapura! Dimana detik-detik pertemuan nenek, tante dengan keluarga mertua sang kakak juga ponakan2 jagoannya akan segera dimulai. Aku, bunda dan Mas Budi menyusuri jalanan Jakarta yang padat merayap seperti kerumulan peserta benteng takezi dengan mini sedannya yg milenium. Jreng2! beberapa saat kemudian, eaa....eaa.....sang balita pun keduanya berteriak histeris "uwa..wa...wa...wa...." hadehhhh! Lecek deh baju putih yang kupakai ketika disambut dua bocah baby boys tsb. 



Pasar pagi Sukapura
Foto: 2young brother. Nathanael Kresna Setyono and Nicholas Respati Setyono #perumbeacukai #sukapura #kelapagading #jakutSemprawutnya Jakerdah mulai terasa! Mahalnya kocek isi dompetku jg mulai terasa tajamnya. Hal ini terjadi ketika aku membawa sepeda tua milik mertua kakakku ke pasar untuk membeli ketoprak. Yah! makanan khas jakarta yg gak pernah aku konsumsi ketika dulu aku tinggal di Jakarta selama 24 bulan. Sambil menunggu ketoprak yg kupesan dipasar, aku menjajaki angringan yang ada tak jauh dari kukang ketoprak itu mangkal. Aku memesan ice coffemix segelas, kusrutup dengan santai sambil basa-basi dengan pacar via telepon yg sedang refot2nya dengan bimbingan profesi dokternya. Setelah habis sampai tetes terakhir, aku membayarnya dengan pecahan uang 10K dan kembalilah dua lembar milenium totalnya 4K. Omegot! kutanya berapa harga segelas coffemix ini, empok2 yg jual bilang 6K. Ahhh yo wes.....Mulai sadar kalo aku lagi di Jakerdahhh, bukan di Kota Gudeg. Kembalilah di rumah mertua kakakku dengan gotai, kesel sama harga makanan dan minuman yg serba kurangajarrr di Jakarta. Mendingan dirumah ajah deh, ga papa tarung2an sama dua koboy chan yang ganteng2 ini....daripada gelo sama harga jajanan pasar.


Sorepun tiba, 
Sekitar 03.30 sore, doski pun datang. Doski datang dengan sangat rapihh...Ya ea lah.... dokter harus rapih! apalagi abis ketemu dokter2 senior di AJ. Selama di Sukapura, sang doski malah mendapat wejangan dari ayah mertua Mas Budi, tentang alkisah gereja katolik dan sakramen pernikahan katolik yang nantinya akan kami terima (amin) #eaaa, dapat tutor dadakan! Berhubung sang doski masih menjalani masa katekumen di Katedral, doski pun juga mencermatinya dengan seksama. Sampai akhirnya kekhusyukan mereka berdua harus terhenti karena waktu sudah menunjukkan pukul 6.00 sore. Aku dan doski harus mengantar buah tangan ke Taman Sari Jakarta Barat...Yap! Ketemu ortu doski, adik2 doski, aduuuuuhhhh mak! Makin deg2 ser! 

Tamansari, 06.30 malam.
Saat memasuki kawasan tamansari, rintik2 air mulai menetes dari angkasa raya. Ougghhh....jangan hujan dulu dongk! Dan akhirnyaaa.........Sampai depan pintu rumah, Papanya doski yang buka gerbang, omegot! salam sayang peluk ciumku buat Om Tek Kyu. Buat Tante Oey Siu Ing, Buat Inge Khomalajaya yang paling gemesiiiiiinnnnnnn karena masih bobok ama boneka2 panda raksasanya. Begitu tutup gerbang dan pintu rumah, hujan turun dengan derasnya, dhiarrr.......Puji Tuhan sudah berada di rumah om tante =). Skip...Skip....Skip...Sebelum pulang, aku-inge-doski sembayang dulu di lantai atas sebagai penghormatan kami pada leluhur terdahulu dan tak lupa aku meminta restu untuk meneruskan hubungan ini menjadi keluarga baru yang ikut meneruskan garis leluhur doski. Skip dari sembayang yang sudah kami lakukan di ruang doa, om dan tante mau antar aku pulang ke Sukapura ditemani doski tercinta, sebelum pulang, aku sempet ketemu Koh Leonardo Khomalajaya adik dari doski. Pertemuan ini bikin aku makin pede, karena Koko Leo nyeletuk "Ndahhh, kurusan sekarang?" Eaaa.....makasihhhh koko ^__^ berhasillll.........



Rute OTW Tamansari - Bea Cukai Sukapura


Dalam perjalanan ini, hatiku mulai dag dig dug .... duhhh bentar lagi papa - mama doski bakal ketemu bunda. Gimana nih....gimana nih....arhhhhh! Cemasz1 cemasz! Begitulah, sampai akhirnya pertemuan tersebut memang tak bisa terhindarkan, padahal pengennya....duhhh ntar dulu deh sejam lagi aja napa???macetnya dilamaiiinnn dongg??? tapiii.....cepat maupun lambat pasti ketemu juga. Puji Tuhan, ini namanya gak cuma ketemu secara bahagia antara papamama doski dengan bunda, tapi juga keluarga doski dengan besan mas budi dan mas budi sendiri. Selama perjalanan canda tawa diruang keluarga yang multifungsi (kalo siang ruang tamu, kalo malam dijereng matras untuk tidur banyak orang),  ada ketawa, canda, bahagiaaaaaaaa........ 


Malam menjelang setahun hubungan kami berdua
dihadiahi oleh Tuhan pertemuan dua keluarga sebagai teman dekat. semoga menjadi awal yang baik dalam meneruskan hubungan serius ini.
 Yah, 
sangat berkesan. Doski, Tante Oey Siu Ing, Om Tek Kyu, pulang disaat detik2 menjelang hari bahagia kami di anniversary....
Terimakasih Tuhan atas doaku yang Engkau kabulkan ini.

Lebih indah dari yang aku bayangkan, 
pada hari Minggu, 18 Mei 2014 Pukul 11.00 WIB, kami pun persatukan cinta kami dalam Ekaristi Suci dengan kekhusyukan doa kami berdua di Katedral Jakarta, Terima kasih kepada Rm. Sigit Prasadja,SJ yang telah bersaksi dan memberkati kami berdua secara perdana, menyatukan hubungan kami dalam berkat di rumah Tuhan. Pertemuan cinta kami yang tidak mudah ini, akan kami satukan dalam bahtera Keluarga Nazareth. Semoga cinta kami berdua utuh selamanya. Cinta kami dipertemukan, kami pun akan membuat hidup kami penuh cinta. Perbedaan kami menyatukan kami berdua. Tuhan Yesus dan Bunda Maria memberkati. Amin






Kamis, 06 Februari 2014

Surat Kecil Untuk Parmako*

Tak pernah terbayang di alur cerita hidupku
Tak sedetik pun aku membayangkan hendak memulai cerita bersama etnis mu
Etnis yang memiliki kalender lunisolar
Yang dibentuk dengan menggabungkan kalender bulan dan kalender matahari.

Tionghoa, Sungguh jauh perbedaan antara etnismu dan etnisku
Aku ini seorang suku jawa, yang khas dengan kulit coklatnya
Beda didikan dan beda cara berucap serta kebiasaan adat
Garis tegas yang berbeda sungguh tampak diantara kita.

Parmako, 
Ketika rindu ini terbentuk diantara kamu dan aku
Aku teringat akan masa kecilku dulu
Aku yang dulu suka menyanyikan lagu tionghoa mu
Aku yang dulu suka bercerita tentang tokoh etnis mu

Parmako,
Keluargaku yang dulu tak menyukai etnis mu
Bukan karena etnis mu sesungguhnya
Tapi karena masa lalu keluargaku
Yang harga dirinya di injak-injak 
karena harta kekuasaan orang-orang dari kalangan etnis mu

Parmako, 
Masih ingat kah dirimu dengan awal perjumpaan kita?
Aku yang tak pernah punya niat untuk menyukai mu
Saat itu bahkan aku sangat membenci kamu!
Hari-hari itu sungguh menyebalkan bagiku.

Parmako,
Janinan cinta kita memang sederhana
Dimulai dari pertikaian, pertemanan, dan persahabatan
Klasik seperti cerita cinta orang-orang sekitar kita.

Parmako,
Ketakutan kepada orang tua kita masing-masing
Saat mengetahui janinan cinta kita berdua
Di dalam nama Tuhan Yesus
Ternyata diluar pikiran buruk kita
Lampu hijau untuk perjalanan kita selanjutnya menyala
Dan itu adalah anugerah.

Parmako, 
Komunikasi antara keluarga kita yang rukun
Antara mama papa dan ibunda
Antara adik-adik mu dan kedua kakak-kakak ku
Antara kita dengan keluarga pasangan

Parmako, 
Perjalanan kasih kita berdua banyak likunya
Banyak yang enggan melihat kita bersama
Dengan keraguan dan keyakinan kita
Sampai detik ini kita mampu menembus mereka.

Parmako, 
Aku dari kota kecil dan kamu dari kota besar
Semua kegiatan harian dan kebiasaan kita berbeda
Tapi kita mampu menerima perbedaan kita
Walaupun seringkali sahabat maupun saudara disekitar kita 
tak bisa menerima perbedaan kita.

Parmako,
Wangi khas hujan menyertai
Asap dupa menghantarkan permohonan doa
Bersujud mengucapkan selamat tahun baru pada leluhur
memohon doa restu agar tahun baru ini membawa rejeki yang berlimpah, kesuksesan
dan kesehatan pada kita semua yang masih hidup.

Parmako,
Tengah malam imlek pun tiba
Mekar wijaya kusuma membangkitkan tubuh kita yang beranjak tidur
Bersama kedua orang tua berada diluar bersama
Menyaksikan keindahan dan kemolekan bunga ciptaan-Nya

Parmako,
Pergi belanja ke tanjung priuk
Hanya sekedar membeli bakpau
Barongsai cantik meliuk-liuk
Keliling Kota meminta angpau
Selamat Tahun Baru Imlek 2565
Gong Xi..Gong Xi..

Parmako, 
Bersama orang tuamu aku dipertemukan dengan keluarga besarmu
Saat hari raya Imlek itu tiba
Dengan membawa hati senang bercampur cemas 
Asa ini mulai tak berirama...

Parmako,
Saat ini masih ada PR kita bersama
Yang harus kita perjuangkan masing-masing individu
Bekal untuk masa depan kita berdua
Jika kita ingin melanjutkan cerita kita yang akan datang.

Parmako,
Keluarga kita mendukung kita
Jangan sia-siakan kepercayaan mereka
Kita buktikan dengan perbedaan kita ini, bisa
Berjanjilah untuk kebaikan.

Parmako,
Menjadi keluarga teladan seperti keluarga kudus Nazareth
Adalah cita-cita banyak orang
Kamu dan aku juga sepakat untuk itu
Ayo, kita BISA!!


Parmako,
Semoga 3B tetap terjaga
Brain-Beauty-Behavior
Semoga TTS juga terjaga
Tangguh, Tanggung Jawab, Setia.

Parmako,
Ada satu hal yang ingin aku katakan 
Selain kata-kata aku cinta dan sayang kamu
"3K" Kejujuran, Komitmen, Kesederhanaan.

Teriring Salam dan Doa,
Berkah Dalem (+)
-tepsarie-