This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Pro Ecclesia Et Patria
Bila hatimu terasa berat hadapilah dengan senyum. Bila bebanmu terasa berat hadapilah dengan senyum. Bila imanmu terasa goyah hadapilah dengan doa. Bila terangmu terasa redup panggilah nama Kristus.
Rabu, 02 Juli 2014
Julie Dua Ribu Tiga Belas
Senin, 10 Januari 2011

Dimanakah Engkau Tuhan?
Ada tiga orang Kristen yang memperdebatkan dimana Tuhan itu berada. Orang pertama mengatakan Tuhan itu ada di setiap orang miskin, orang kelaparan, yang yang tertindas, janda miskin, dsb. Maka olok orang kedua kepada orang pertama :
“Memangnya, Tuhan itu Tuhannya orang miskin saja? Kalau Tuhan hadir diantara orang miskin, mengapa Ia justru tidak mengutus kamu untuk mengangkat derajat mereka?” sahut orang kedua mencibir.
Maka orang kedua mengatakan, baginya Tuhan itu ada dalam setiap doa, setiap rasa syukurnya. Namun orang ketiga juga tidak mau kalah,
“Lha wong kamu kalau berdoa hanya ditimpa masalah. Bersyukur jika hanya mendapatkan banyak rejeki. Mana mungkin?” Olok orang ketiga tidak kalah seru.
Setelah mengatupkan mulut orang kedua, dengan bangganya orang ketiga mengatakan bahwa Tuhan itu ada di hatinya, Tuhan ada dalam hidupnya. Maka orang pertama dan orang kedua sepakat mengolok balik orang ketiga, kata mereka :
“Ah, mana mungkin !!” sambil kedua orang itu mencibir, tersenyum sinis, lalu pergi dari hadapan orang ketiga tadi.
Mereka mengolok orang ketiga, karena orang ketiga selalu menyombongkan dirinya lebih baik dari orang lain.
Si Peminta Maaf
Ada seorang perempuan yang begitu perasa. Sehingga demikian perasanya, sampai ia sering meminta maaf kepada orang sebelum dan sesudah berbicara. Dia berpikir alangkah lebih baiknya banyak meminta maaf daripada seribu kemungkinan berbuat salah dalam kata-kata dan tindakan.
Akan tetapi sesungguhnya perempuan ini sudah membayangkan hal-hal menakutkan SEBELUM ia berbuat salah.
Membayangkan tentang orang lain yang belum terjadi, sebenarnya adalah orang bodoh yang menakuti dirinya sendiri dan berpikir negatif terhadap orang lain.
Doa Orang Saleh yang Sia-sia
Tuhan tidak akan menurunkan hujan walaupun seorang petani yang salehpun yang berdoa semalam suntuk kepadaNya. Tuhan tidak akan menurunkan hujan untuk tanaman-tanamannya, jika petani itu belum siap membajak dan turun ke sawahnya terlebih dahulu.
(dari Film: Facing The Giant)
Lebah yang Tidak Bijaksana
Seekor lebah tidak akan bisa terbang dan mengumpulkan madu, jika ia melepaskan sengatnya. Seseorang manusia tidak akan merasa bebas dan mengumpulkan madu kehidupannya, jika ia terus-menerus menyimpan dendam dalam hatinya.
Hidup yang Menginspirasi
Ada seorang ilmuwan muda yang baru saja meraih gelar doktor. Seluruh hidupnya diabdikan untuk mencari ilmu, seolah-olah selalu haus ilmu. Dalam acara-acara seminar, ia sering diundang. Ia sering memperdebatkan keilmuannya kepada orang-orang di sekelilingnya. Ia memang pintar.
Hingga pada hari, ketika ia dilanda masalah keluarga, ia berbincang-bincang dengan supir taksi yang ditumpanginya. Orang itu tidaklah begitu tua, namun ia terkesan dengan penuturannya yang seolah-olah tahu betul masalahnya. Supir taksi itu juga seorang pendengar yang baik, karena ia menyimak dan mampu menelaah setiap detail masalahnya, serta memberikan saran yang tepat buatnya.
Mencari ilmu bukanlah sekedar mencari siapa yang paling pintar, akan tetapi MENGINSPIRASI orang lain untuk menjadi lebih tahu. Itu lebih baik daripada menjadi pintar tapi tidak berguna.
Senin, 05 April 2010
Meditasi ala St. Fransiskus dari Sales

St. Frans de Sales adalah uskup Geneva. Dia adalah pengarang buku yang sangat terkenal yang berjudul "Introduction to Devout Life dan Treatise on the Love of God". Ia hidup antara tahun 1567 sampai 1622. Dalam meditasi yang dianjurkan, secara global dibagi dalam 4 bagian pokok, yakni :
Persiapan (Preparatory),
Renungan (Consideration),
Belas Kasih dan Solusi (Affection and resolution) dan
Penutup atau Kesimpulan (Conclusion)
a. Persiapan Pertama-tama yang harus disadari dan dilakukan dalam tahap persiapan ini adalah kesadaran diri hadir di hadapan Allah. Artinya kita harus menyadari betul bahwa sekarang ini saya ada, duduk, bersimpuh dihadapan Allah. Rasakan sampai anda yakin bahwa Allahpun juga hadir bersama anda. Kita memohon pertolongan Roh Kudus untuk membimbing dan memimpin kita untuk bisa berdoa atau bermeditasi. Dalam hal ini kita bisa dikuatkan oleh apa yang dikatakan oleh St. Paulus dalam suratnya kepada umat di Roma (8:26). "Seperti halnya Roh Kudus akan membantu kita dalam kelemahan kita, karena kita tidak bagaimana harus berdoa, maka Ia pun akan membantu kita dengan hembusan kata halus yang tak terkatakan'
b. Renungan / Refleksi (consideration) Segala hal, baik sebagai subyek maupun sebagai obyek bisa bahan untuk direnungkan. Refleksi atau renungan di sini berarti memikirkan atau merefleksikan sesuatu dan mencoba untuk memahami atau mengetahui mengenai obyek atau subyek yang direnungkan. Ada pepatah bijak mengatakan pengetahuan adalah induk kasih, dan cinta kasih adalah ibu dari pengalaman. Segala hal yang bermanfaat dalam usaha untuk memperkembangan kehidupan rohani bisa dijadikan bahan refleksi. Ambil contoh misalnya dari Kitab Suci, cuplikan kisah dari koran atau majalah. Pada prinsipnya segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita, apa yang kita sukai bisa menjadi bahan refleksi. Tahap refleksi mengambil waktu yang paling banyak dalam proses meditasi ini. Bahkan boleh dikatakan bahwa inti pokok dari meditasi ini terletak pada tahap ini. Keberhasilan dari meditasi ini juga dipengaruhi oleh sejauh mana kemampuan kita merefleksikan perikopa Kitab Suci atau peristiwa hidup yang kita renungkan. Kedalaman menangkap pesan yang ingin disampaikan dalam refleksi ini juga mempengaruhi atau bahkan menentukan tindakan konkrit macam apa yang akan kita lakukan sebagai resolusi meditasi.
c. Belas Kasih dan resolusi Diandaikan bahwa kita menggunakan kisah mengenai Orang Samaria yang baik sebagai bahan renungan atau meditasi. Dengan menggunakan perikopa ini kita bisa menfokuskan perhatian kita terutama pada tindakan baik yang telah dilakukan oleh orang Samaria terhadap orang yang dirampok. Ia menolong orang yang dirampok, membalut lukanya, membawa ke penginapan dan membayar segala hal yang dibutuhkan oleh si sakit. Bersamaan dengan memikirkan dan merenungkan kebaikan orang Samaria ini mungkin sekali akan muncul perasaan-perasaan tertentu dari dalam hati kita, misal kasih terhadap orang miskin, perhatian terhadap mereka yang sakit atau terluka. Perasaan yang muncul ketika merenungkan perikopa ini disebut sebagai belas kasih atau affeksi. Perasaan belas kasih atau affeksi mendorongkan kita untuk membuat sesuatu niat konkrit atau memutuskan suatu tindakan yang konkrit. Misalnya keinginan untuk mengunjungi seseorang yang selama ini dilupakan, mereka yang terbaring lemah karena sakit, atau membantu orang lain yang mengalami musibah, atau memberikan pengampunan terhadap orang yang merindukan pengalaman diampuni. Keputusan untuk melakukan tindakan konkrit terhadap orang lain yang membutuhkan ini disebut resolusi.
d. Penutup atau kesimpulan. Pada akhir meditasi kita bisa menutupnya dengan bersyukur dan memuji Allah karena rahmat yang telah kita terima, terutama rahmat meditasi, sehingga kita bisa melakukan refleksi, afeksi dan solusi dengan baik. Memohon rahmat kepada Tuhan supaya kita bisa melaksanakan resulusi atau tindakan konkrit yang kita putuskan. Mohon supaya kita tetap mampu bertahan dan setia menjalakan tindakan konkrit dari kehendak kita ini.
Notes:
- Waktu yang paling efesien untuk meditasi St. Frans de sales ini adalah kurang lebih 30 menit atau setengah jam penuh.
- Posisi duduk, tempat dan keheningan batin sebelum meditasi akan sangat membantu kita untuk bisa meditasi dengan baik.
- Diandaikan bahwa kita sedikit banyak telah mempunyai dasar bermeditasi, terutama kemampuan mengembangkan akal, budi dan kehendak. Dalam bentuk praktisnya mempunyai kemampuan untuk mengambarkan (to imagine), merenungkan (to consider / to reflect), mendengarkan (to listen), dan merasakan (to feel).
Jumat, 05 Februari 2010
KESEMPATAN DALAM HIDUP

Sungguh beruntung mereka yang dalam hidupnya memiliki kesempatan mengalami rasa bakti / cinta kepadaNya dan berkesempatan melayani sesama. Mereka yang demikian mengalami rasa bahagia di dalam hati mereka. Hidup mereka pun menjadi lebih berwarna dan lebih berarti.
Saya sendiri telah membandingkan, orang-orang yang hidupnya tidak melakukan pelayanan dengan mereka yang melakukan pelayAnan dalam kehidupan sehari-hari mereka dan mengalami rasa bakti. Dengan mudah saya bisa menyadari dan mengetahui yang mana lebih bahagia dalam hidupnya.
Walaupun ada saja dari mereka kelihatannya hidup sederhana dan apa adanya. Tapi mereka yang dikaruniai bakti dan pelayanan, hidupnya jauh lebih bahagia, simpel dan diwarnai oleh Kasih. Inilah satu-satunya jalan menuju Kebahagian sejati, Kasih.
Dalam kesempatan ini, semoga kita berdoa kepada Tuhan, untuk meminta satu hal ini. Agar tumbuh rasa bakti / devotion dalam hati kita, rasa ingin melayani dan berbagi dalam hati kita. Inilah yang membuat hidup kita menjadi bermakna.
Sabtu, 08 November 2008
Sebuah uluran tangan menyambutku
Dalam rengkuhan yang tak tentu
Wajah bercahaya memancar damai
Sepertinya aku dimanja dan dibelai
Kristus merentangkan tanganNya
Betapa Ia mengasihi manusia
Hingga dikorbankan diriNya
Untuk wujud nyata dari Kasih
Buddha dengan semua ajaranNya
Mengajarkan hidup bersahaja
Agar damai hadir nyata di dunia
Welas Asih ajaran untuk umatNya
Bukti nyata dari reinkarnasi
Beriring nyanyian dewa dewi
Seperti Khrisna memberikan santi ( damai )
Jalankan dharma bak gelora agni













